Pasca perundingan antara warga Dusun Teamlokorejo Desa/Kecamatan Gayam dengan pihak Mobil Cepu Limited (MCL) dan PT Tripatra, sejumlah tuntutan disuarakan warga untuk memajukan desa. Salah satunya adalah tuntutan mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Salah satu warga, Dikiyah (29) berharap ada lembaga PAUD di dusunnya. Pasalnya selama ini anak-anak warga jika melakukan pembelajaran berada di rumah warga sekitar. "Ya kita minta dibangunkan PAUD, itu kan untuk anak-anak kita juga," ungkapnya kepada blokBojonegoro.com, Minggu (23/9/2012). Selain itu, ia mengaku jika anak-anak di sana yang sekolah di PAUD lebih dari 20 anak. Oleh karena itu ia menganggap jika pendidikan di sekitaran eksplorasi migas sangatlah menjadi kebutuhan yang amat penting. "Kompensasi tunai tidak diberikan, masak ini seperti itu juga," tambahnya Sementara itu, Field Public and Goverment Affairs Manajer MCL, Rexy Mawardijaya mengatakan, terkait tuntutan PAUD, ia terus berkordinasi dengan pihak Kepala Desa Gayam. Agar usulan yang disampaikan tersebut bisa sesuai dengan program yang ada di desa. "Sejauh ini kami dengar memang ada rencana dari Kades utk membuat PAUD di sana," terangnya Hal itu akan dilakukan dalam minggu ini, beberapa tim yang diperintahakan oleh MCL akan bertemu dengan Kepala Desa Gayam. "Minggu ini tim kami khususnya yg menangani program akan bertemu Kades terkait," katanya.


