Puluhan hektar tanaman padi siap panen di desa Ringintunggal Kecamatan Gayam mendapat serangan burung pipit/Emprit.
Dentuman meriam menggelegar di area persawahan dan menyatakan perang dengan serangan burung yang mungil ini.
Para petani mengeluhkan serangan hama burung emprit tersebut. Para petani tidak bisa mengatasi serangan hama ini. Disamping dengan membuat orang-orangan sawah, pendera-bendera dari plastik dan membuat suara-suara kentongan dan kaleng bekas untuk menakut-nakuti, yang juga masih belum juga efektif.
Akhir-akhir ini para petani membuat meriam yang terbuat dari pipa PVC yang diharapkan dengan suara ledakan meriam dapat mengusir hama burung tersebut. Alat ini cukup mudah dibuat hanya dengan pipa PVC 3” dengan bahan bakar spirtus dan pemantik dari bekas korek api sudah bias di pakai.
Cara ini dianggap cukup membantu untuk mengusir



